Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Minggu, 25 Januari 2015

Kewajiban Setiap Mukmin



Tolong menolong adalah contoh sederahana dari kewajiban setiap mukmin. kemudian, apa lagi kewajiban orang mukmin itu setelah ia menghindari maksiat - maksiat dari dirnya ? kita simak selanjutnya terjemah sulam taufiq bab Kewajiban Setiap Mukmin..
Di antara perkara wajib yang berhubungan dengan hati, ialah beriman kepada Alloh, iman kepada apa yang dibawa nabi, iman kepada utusan Alloh, dan iman kepada apa yang dibawa Nabi Muhammad. Wajib tasdiq atau membenarkan dan harus yakin (akan kebenaran Islam).
Wajib ikhlas, yaitu beramal hanya karena Alloh semata. Wajib menyesali perbuatan – perbuatan maksiat. Wajib pasrah kepada Alloh. Wajib murabaqah (selalu ingat dan sadar bahwa dia selalu diawasi Alloh). Wajib ridha kpada Alloh (senang dengan menerim takdirNya). Wajib berbaik sangka kepada Alloh dan makhlukNya. Wajib menghormati tanda – tanda agama Alloh. Wajib bersyukur atas nikmat – nikmat Alloh. Wajib bersabar dalam menjalankan apa yang diwajibkan Alloh. Wajib bersabar meninggalkan apa yang diharamkan Alloh. Wajib bersabar menerima apa yang diujikan Alloh. Wajib percaya penuh dengan rizki dari Alloh. Harus menaruh curiga terhadap ajakan nafsu. Meniadakan rida dari nafsu. Benci pada setan, benci harta dunia, benci ahli durhaka. Cinta kepada Alloh, firman ,Rosul, sahabat dan keluarga Nabi tercinta. Cinta kepada sahabat Anshar dan kepada orang – orang yang baik.
Sayid Abdulloh bin Alawi Al-Hadad berkata dalam kitabnya Nashaihuddiniyah yang artinya : “sifat – sifat inilah yang harus disandang dan harus dimilki (sebagai watak) oleh setiap orang mukmin.”
Sebelum kata – kata di atas, beliau berkata, “setiap orang mukmin hendaknya khusyu’, merendahkan diri, takut siksa Alloh, takut hal – hal yang membinasakan, berbelas kasih karena takut kepada Alloh, hendaknya zuhud urusan dunia, menerima pemberian sedikit dari dunia, mau menyumbangkan harta yang lebih dari hajatnya, dan hendaknya mau menasehati sesama hamba Alloh ta’ala. Hendaknya menruh iba kepada sesama dan kasihn kepada mereka.”
“Harus menyuruh yang baik melarang yang buruk. Bersemangat melakukn kebaikan – kebaikan.”
“Selulu beritiqamah dalam melakukan ibadah. Menunjukkan kepada orang lain kepda jalan yang baik. Mengajak sesama menuju hidayah. Mempunyai sifat pendiam, lunak, merendhkan diri, dan khusyu’. Bersikap tenang, baik budi, lapang dada, lunak hati, dan bersikap mengalah kepada orang – orang mukmin.”
“Tidak sombong, tidak berbuat sewenang – wenang, tidak rakus, dan tidak suka akan dunia. Tidak mengalahkan akhirat atas dunianya (tidak memilih dunia mengalahkan akhiratnya).”
“Tidak menumpuk – numpuk harta dan tidak mencegah hak hartanya (zakat dan lain – lain).”
“Tidak keras kepala, tidak memutus sanak famili, bukan orang ayang kasar, dan bukan orang yang memperolok orang lain. Bukan orang yang membantah kebenaran, bukan orang yang bermusuhan, bukan orang yang keras hati, bukan orang yang buruk akhlak, bukan orang yang sempit dada, bukan orang yang menutup kebenaran, bukan orang menipu, dan bukan orang yang membohongi diri sendiri.”

“Bukan orang yang mendahulukan orang kaya dan mengalahkan orang miskin, bukan orang yang datang pergi kepada pejabat pemerintah, bukn orang yang diam ingkar kepada mereka padahal ia mampu, bukan orang yang suka terhadap harta, pangkat, dan kedudukan. Melainkan benci terhadap kedudukan. Tidak boleh meraih kedudukan kecuali sekedar kebutuhan syara’ atau terpaksa.” Demikian kata – kata Imam Abdullah Al- Alawi.

semoga bermanfa'at .. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar