Tolong menolong adalah contoh sederahana dari kewajiban setiap mukmin. kemudian, apa lagi kewajiban orang mukmin itu setelah ia menghindari maksiat - maksiat dari dirnya ? kita simak selanjutnya terjemah sulam taufiq bab Kewajiban Setiap Mukmin..
Di antara perkara wajib yang berhubungan dengan hati, ialah beriman
kepada Alloh, iman kepada apa yang dibawa nabi, iman kepada utusan Alloh, dan
iman kepada apa yang dibawa Nabi Muhammad. Wajib tasdiq atau membenarkan
dan harus yakin (akan kebenaran Islam).
Wajib ikhlas, yaitu beramal hanya karena Alloh semata. Wajib
menyesali perbuatan – perbuatan maksiat. Wajib pasrah kepada Alloh. Wajib
murabaqah (selalu ingat dan sadar bahwa dia selalu diawasi Alloh). Wajib ridha
kpada Alloh (senang dengan menerim takdirNya). Wajib berbaik sangka kepada
Alloh dan makhlukNya. Wajib menghormati tanda – tanda agama Alloh. Wajib
bersyukur atas nikmat – nikmat Alloh. Wajib bersabar dalam menjalankan apa yang
diwajibkan Alloh. Wajib bersabar meninggalkan apa yang diharamkan Alloh. Wajib
bersabar menerima apa yang diujikan Alloh. Wajib percaya penuh dengan rizki
dari Alloh. Harus menaruh curiga terhadap ajakan nafsu. Meniadakan rida dari
nafsu. Benci pada setan, benci harta dunia, benci ahli durhaka. Cinta kepada
Alloh, firman ,Rosul, sahabat dan keluarga Nabi tercinta. Cinta kepada sahabat
Anshar dan kepada orang – orang yang baik.
Sayid Abdulloh bin Alawi Al-Hadad berkata dalam kitabnya
Nashaihuddiniyah yang artinya : “sifat – sifat inilah yang harus disandang dan
harus dimilki (sebagai watak) oleh setiap orang mukmin.”
Sebelum kata – kata di atas, beliau berkata, “setiap orang mukmin
hendaknya khusyu’, merendahkan diri, takut siksa Alloh, takut hal – hal yang
membinasakan, berbelas kasih karena takut kepada Alloh, hendaknya zuhud urusan
dunia, menerima pemberian sedikit dari dunia, mau menyumbangkan harta yang
lebih dari hajatnya, dan hendaknya mau menasehati sesama hamba Alloh ta’ala.
Hendaknya menruh iba kepada sesama dan kasihn kepada mereka.”
“Harus menyuruh yang baik melarang yang buruk. Bersemangat melakukn
kebaikan – kebaikan.”
“Selulu beritiqamah dalam melakukan ibadah. Menunjukkan kepada
orang lain kepda jalan yang baik. Mengajak sesama menuju hidayah. Mempunyai
sifat pendiam, lunak, merendhkan diri, dan khusyu’. Bersikap tenang, baik budi,
lapang dada, lunak hati, dan bersikap mengalah kepada orang – orang mukmin.”
“Tidak sombong, tidak berbuat sewenang – wenang, tidak rakus, dan
tidak suka akan dunia. Tidak mengalahkan akhirat atas dunianya (tidak memilih
dunia mengalahkan akhiratnya).”
“Tidak menumpuk – numpuk harta dan tidak mencegah hak hartanya
(zakat dan lain – lain).”
“Tidak keras kepala, tidak memutus sanak famili, bukan orang ayang
kasar, dan bukan orang yang memperolok orang lain. Bukan orang yang membantah
kebenaran, bukan orang yang bermusuhan, bukan orang yang keras hati, bukan
orang yang buruk akhlak, bukan orang yang sempit dada, bukan orang yang menutup
kebenaran, bukan orang menipu, dan bukan orang yang membohongi diri sendiri.”
“Bukan orang yang mendahulukan orang kaya dan mengalahkan orang
miskin, bukan orang yang datang pergi kepada pejabat pemerintah, bukn orang
yang diam ingkar kepada mereka padahal ia mampu, bukan orang yang suka terhadap
harta, pangkat, dan kedudukan. Melainkan benci terhadap kedudukan. Tidak boleh
meraih kedudukan kecuali sekedar kebutuhan syara’ atau terpaksa.” Demikian kata
– kata Imam Abdullah Al- Alawi.
semoga bermanfa'at .. ^_^

0 komentar:
Posting Komentar